Memahami Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut

Monitoring hari tanpa hujan berturut-turut adalah analisis yang menggambarkan deret hari tanpa hujan berturut-turut di suatu lokasi pada saat hari terakhir pengamatan. Data hujan yang digunakan dapat berupa data harian pos hujan kerjasama, stasiun BMKG ataupun stasiun cuaca otomatis.

Hari tanpa hujan berturut-turut dihitung dari hari terakhir pengamatan, jika hari terakhir tidak hujan, maka dihitung sesuai dengan kriteria. Sedangkan jika hari terakhir pengamatan ada hujan (>=1mm) langsung dikategorikan Hari Hujan (HH). Periode pengamatan didasarkan pada tanggal pemutakhiran dan dianalisis ke belakang sampai dengan didapatkan hari hujan.

Kriteria panjang hari tanpa hujan yang digunakan oleh BMKG sebagai berikut :

1 – 5 Sangat Pendek
6 – 10 Pendek
11 – 20 Menengah
21 – 30 Panjang
31 – 60 Sangat Panjang
>61 kekeringan Ekstrim
HH Masih ada hujan

Penentuan panjang hari tanpa hujan dapat dijelaskan dengan contoh sebagai berikut : 

Hari Tanpa Hujan (HTH) 5 hari

Hari hujan

Gambar di atas menjelaskan pada pos hujan A hari tanpa hujan berturut-turut (HTH) sebesar 5 hari berdasarkan analisis saat tanggal update, sedangkan pada pos hujan B dihitung sebagai hari hujan (masih ada hujan).

Menentukan panjang hari tanpa hujan di Kalimantan Selatan dilakukan dengan terlebih dahulu menentukan kriteria HTH, kemudian dilanjutkan pemetaan dengan contoh format sebagai berikut :

Contoh format pengolahan HTH

Informasi HTH ini sangat berguna untuk kesiapsiagaan kebakaran hutan, antisipasi ketersediaan air untuk irigasi, antisipasi kegagalan panen, peta kerawanan kekeringan dan lain-lain. Informasi hari tanpa hujan berturut-turut di seluruh Indonesia yang update dapat dilihat  di web www.cews.bmkg.go.id.

Tampilan web cews bmkg

2 comments on “Memahami Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut

    1. Suwanto

      Hari Tanpa Hujan atau disingkat HTH adalah hari di mana tidak terjadi hujan atau curah hujannya kurang dari 1 milimeter (<1 mm) secara berturut-turut yang dianalisis ke belakang sejak hari pengamatan terakhir, hingga didapati hari hujan terakhir.

      Kebalikannya, Hari hujan adalah hari dengan curah hujan lebih dari atau sama dengan 1 milimeter (>= 1 mm).

      Jika pada tanggal terakhir pengamatan tidak ada hujan, maka dihitung sesuai dengan kriteria HTH. Adapun tanggal pengamatan terakhir ditetapkan adalah setiap tanggal 10, 20 dan akhir bulan setiap bulannya.

      Kriteria yang digunakan dalam penyusunan peta monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) sebagai berikut:
      1 – 5 HTH : Sangat Pendek
      6 – 10 HTH : Pendek
      11 – 20 HTH : Menengah
      21 – 30 HTH : Panjang
      31 – 60 HTH : Sangat Panjang
      >61 HTH : Kekeringan Ekstrim

      selengkapnya bisa dibaca di sini :
      https://www.climate4life.info/2019/08/monitoring-hari-tanpa-hujan-hth-indikator-kekeringan-meteorologis.html

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *