Hujan, Anugerah atau Musibah?

Secara umum hampir seluruh wilayah Kalimantan Selatan sudah memasuki musim hujan pada bulan November ini. Beberapa hari terakhir di wilayah Banjarbaru –  Banjarmasin setiap siang menjelang sore hari langit terlihat mendung lalu kemudian diikuti hujan dengan intensitas sedang – lebat disertai petir dan kilat yang menyambar. Beberapa daerah lain di Kalimantan Selatan seperti Kabupaten Tanah Bumbu dan Hulu Sungai Utara dilanda banjir hingga tanah longsor yang sangat mengganggu aktivitas warga setempat. Stasiun Klimatologi Banjarbaru mencatat ada beberapa daerah di Kalimantan Selatan pada dasarian I November ini yang curah hujannya lebih dari 100 mm seperti di kec Kuranji, Tanah Bumbu, dan Kec Hampang di Kab. Kotabaru. Menurut BMKG Kalimantan Selatan puncak musim hujan tahun ini masih akan terjadi pada bulan Januari –  Februari 2019, artinya hujan yang terjadi saat ini merupakan hujan awal yang masih akan terjadi sepanjang 2-3 bulan kedepan. Untuk itu, perlu kesiapan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman bencana yang disebabkan oleh hujan seperti banjir dan tanah longsor di masa- masa mendatang agar tidak menjadi musibah, tetapi menjadi anugerah.

Musim hujan yang sudah di depan mata, menuntut kita untuk selalu siap sedia. Kejadian Banjir, Longsor, dan Angin kencang akan senantiasa akrab di telinga kita, bahkan akrab dengan aktivitas kita sehari hari. Kejadian hujan di musim kemarau yang terjadi beberapa hari kemaren saja sudah begitu merepotkan. Masyarakat tidak siap ketika tiba-tiba dalam waktu 2-3 hari terjadi hujan dengan intensitas sedang – lebat. Bagaimana jika terjadi hujan di musim penghujan? Hujan bisa saja terjadi setiap hari bahkan sepanjang hari dari pagi sampai ketemu pagi, tentu hal ini akan semakin membuat masyarakat kerepotan bahkan jika tidak siap akan merugikan masyarakat kita. Beberapa wilayah di Kalimantan Selatan seperti Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara sangat akrab dengan banjir. Hampir setiap tahun ketika musim hujan tiba keadaan masyarakat disana selalu sama, seperti tidak ada perubahan yang berarti, tidak tahu siapa yang salah, masyarakatnya sendiri atau pemerintah setempat.

Menindaklanjuti informasi dari Stasiun Klimatologi Banjarbaru tentang prakiraan musim hujan tahun 2017 yang diprakirakan akan terjadi pertengahan bulan Oktober 2017, Pemerintah Kota, Kabupaten, dan Provinsi serta masyarakat bisa mempersiapkan semuanya dengan detail. Daerah – daerah yang setiap tahun selalu menjadi langganan kejadian banjir bisa mendapatkan perhatian khusus. Instansi terkait seperti BPBD bisa secara aktif memberikan himbauan kepada masyarakat tentang kejadian bencana di musim hujan. Masyarakatnya sendiri juga harus peka dan selalu waspada dengan keadaan sekitar. Ketika mengetahui bahwa saat ini akan memasuki musim hujan tentu masyarakat bisa lebih peduli dengan cara menjaga kebersihan selokan, sungai, tidak membuang sampah sembarangan sehingga kejadian bencana dapat diantisipasi. Selain dari kejadian bencana alam, musim hujan juga mengancam di sektor pertanian. Ratusan hingga ribuan hektar sawah mendapat ancaman gagal panen jika hujan turun terus menerus sepanjang hari, minggu bahkan bulan. Apa yang harus kita lakukan menghadapi hal ini?. Untuk menghindarkan dari keadaan tersebut, Pemerintah dapat memberikan solusi  dengan memberikan program Asuransi Usaha Tani. Asuransi ini diharapkan menjadi perlindungan bagi petani dalam menghadapi resiko ketidakpastian karena cuaca dan iklim dengan menjamin petani mendapatkan modal usaha untuk pertanaman berikutnya.

 

Anugerah atau Musibah?

Melihat begitu banyaknya permasalahan diatas tentu kita berfikir bahwa hujan adalah sebuah musibah. Mulai dari bencana alam, terganggunya aktivitas hingga bisa menyebabkan hilangnya nyawa manusia menjadi akibat yang ditimbulkan oleh hujan yang turun secara terus menerus. Tapi kita harus ingat bahwa hujan punya manfaat lain yang tak kalah pentingnya untuk manusia. Masih ingat dengan bencana kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan pada tahun 2015? Kebakaran hutan yang melanda kedua pulau tersebut reda akibat guyuran hujan seiring masuknya awal musim hujan, asap hasil kebakaran hutan dan ladang yang sebelumnya merembet sampai ke Jakarta perlahan berkurang. Asap di dua pulau besar di Indonesia ini menimbulkan banyak penyakit bagi warga, seperti ISPA yang menyerang sistem pernafasan bahkan diantaranya banyak yang meninggal dunia. Dengan adanya hujan, kini bencana asap sudah hampir mereda. Titik-titik api yang kemungkinan masih berpotensi terbakar dapat diredam dengan turunnya hujan secara terus-menerus.

Bencana kekeringan yang melanda beberapa daerah di Kalimantan Selatan membuat sumur-sumur warga kering kehabisan air. Upaya pengeboran sumur yang diharapkan mampu menjadi solusi masih belum dirasa perubahannya. Hujan yang mengguyur wilayah Kalimantan Selatan menyebabkan udara yang setiap harinya panas, kini terasa sejuk. Sumur-sumur kering dapat menampung air sehingga kebutuhan air terpenuhi. Hujan merubah kehidupan dari yang tandus menjadi subur. Inilah berkah dari turunnya hujan. Cuaca panas yang melanda wilayah Kalimantan Selatan bebrapa bulan yang lalu akhirnya berakhir. Hujan ibarat pahlawan bagi mereka yang membutuhkan.

Dari uraian diatas dapat kita artikan bahwa hujan bisa menjadi anugerah ataupun musibah bagi kita, tergantung dari kita sebagai masyarakat menyikapinya. Jika masyarakat dan pemerintah bisa menyikapi datangnya musim hujan dengan baik tentu masalah-masalah yang akrab dengan datangnya musim hujan bisa kita hadapi dengan lebih bijaksana. Masalah yang datang dapat kita kurangi bersama akibatnya, karena selain menimbulkan masalah ternyata hujan juga menjadi anugerah karena datangnya yang sangat diharapkan oleh mereka yang membutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *